Jumat, 06 Januari 2012

Kesadaran Politik Umat


Alhamdulillah ada tulisan ideologis di bulan Januari ini. Hi3... tapi ini bukan tulisanku. Tapi tulisannya Ustadzah Lathifah Musa yang aku download di Media Islam Net. Aku cuma meringkas. Yang tadinya panjang tulisan 10 halaman A4 menjadi 6 halaman saja. Semoga bermanfaat...

***

Saat ini umat Islam di berbagai belahan negeri masih berada dalam cengkeraman Kafir Penjajah. Sebagian umat Islam masih mengalami penindasan-penindasan kejam dari rezim negara-negara kufur. Sementara sebagian umat Islam yang lain masih terombang-ambing gaya hidup hina dan rendah yang dipropagandakan serta dipaksakan kaum Kufur sebagai sistem hidup mereka. Kenyataannya dunia Islam hingga kini masih dalam kondisi terpuruk.


Keterpurukan dunia Islam disebabkan oleh hilangnya aspek pemikiran politik (siyasi) pada diri umat. Runtuhnya Khilafah Islamiyah tahun 1924 M menjadi gong kehancuran institusi politik umat. Hal ini menandai hilangnya kemampuan berpikir politik kaum muslimin. Selanjutnya kaum muslimin mengatur urusan kehidupan bernegara dan bermasyarakat di atas dominasi pemikiran kapitalis. Kaum muslimin telah kehilangan pemikiran politiknya yang cemerlang.


Namun kebobrokan pengaturan sistem Kapitalis dan Sosialis kini telah tampak nyata dengan bukti-bukti kerusakannya di mana-mana. Kesadaran terhadap pemikiran politik Islam pun mulai kembali menggeliat. Kesadaran ini bila semakin membuncah di tengah masyarakat, secara alami akan membawa arus kuat kembalinya penerapan sistem politik Islam. Dengan demikian, perjuangan mengembalikan Islam sebagai sebuah sistem kehidupan adalah dengan mendakwahkan Islam sebagai agama yang bersifat politik (siyasah/mengatur), kemudian memperjuangkannya agar terwujud sebagai sebuah pengaturan menyeluruh di tengah masyarakat.


Berpikir politik adalah hal yang diperlukan umat untuk meretas jalan kebangkitannya. Phobia umat Islam terhadap istilah politik, adalah dampak dari serangan pemikiran Kafir Penjajah, musuh-musuh Islam yang ingin menjauhkan umat dari aspek politik. Mereka tahu bahwa kesadaran politik Islam akan menjadi energi besar kaum muslimin untuk kembali membangun peradaban agung.


Apa Yang Dimaksud dengan Berpikir Politik


Berpikir politik dan pemikiran politik yang dihasilkannya adalah bentuk pemikiran yang tertinggi. Pemikiran politik adalah pemikiran yang bersifat mengatur urusan umat. Tingkat tertinggi dari sebuah pemikiran adalah ketika ia mampu mengatur urusan manusia di dunia.


Aqidah Islam merupakan pemikiran politik. Allah SWT telah menurunkan Islam sebagai petunjuk agar manusia mengatur urusannya di dunia. Pengaturan urusan di dunia ini tidak hanya sekedar membuat kehidupan dunia mencapai kesejahteraan dan kemakmuran yang tertinggi, namun juga akan mengantarkan manusia kepada ketinggian kehidupan di akhirat kelak (Surga).


Secara sederhana Islam adalah agama yang bersifat politik, karena: (1) Mengatur secara baik bagaimana berinteraksi dengan Allah SWT, Sang Pencipta. Sehingga sebagai seorang hamba akan senantiasa memiliki kesadaran hubungannya dengan Sang Pencipta (Idroksilabillah); (2) Mengatur secara baik bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidup dan nalurinya; agar terwujud kehidupan yang mulia jauh dari kehinaan dan kerendahan perilaku (3) Mengatur secara baik bagaimana berinteraksi dengan manusia lainnya, agar tercipta kehidupan masyarakat yang sejahtera; (4) Mengatur secara baik bagaimana mengelola alam semesta agar bermanfaat bagi kehidupan seluruh makhluk.


Itulah sebabnya Islam memiliki pemikiran-pemikiran (politik) yang mengatur bagaimana beribadah kepada Sang Pencipta, bagaimana manusia berpakaian, bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, bagaimana manusia melestarikan jenisnya, bagaimana membangun kehidupan rumah tangga yang baik, bagaimana mengatur kehidupan sosial agar terwujud kemuliaan dan ketentraman masyarakat, bagaimana mengelola sumber daya alam dan mengatur distribusinya di masyarakat, bagaimana negara mengatur urusan warga negaranya, bagaimana negara Islam melakukan interaksi dengan negara lain, dan lain-lain pengaturan yang mencakup seluruh urusan kehidupan. Inilah pemikiran-pemikiran Islam yang memiliki sifat politik, yakni mengatur urusan manusia secara benar.


Berpikir politik adalah berpikir tentang bagaimana mengatur urusan umat manusia berdasarkan cara pandang Islam. Aqidah Islam harus menjadi pondasi bagi pemikiran politik kaum muslimin. Aqidah Islam adalah sebuah ideologi (mabda’) yang merupakan pemikiran-pemikiran politik sekaligus sistem hidup.


Mengapa Berpikir Politik Penting untuk Kebangkitan


Untuk dapat bangkit kembali, umat Islam harus menggunakan aqidah Islam sebagai pondasi bagi kehidupannya dan menegakkan pemerintahan serta kekuasaan berdasarkan pondasi aqidah tersebut. Selanjutnya mereka harus menyelesaikan setiap masalahnya hanya dengan hukum dan aturan yang bersumber dari aqidah Islam. Segala peraturan yang dijalankan harus berdasarkan pada perintah dan larangan Allah SWT.


Ketika kehidupan umat diatur berdasarkan perintah dan larangan Allah SWT, niscaya umat akan beranjak bangkit. Kebangkitan yang sesungguhnya pasti akan terjadi. Kebangkitan ini bukan sekedar mampu menyelesaikan masalah-masalah yang membelitnya, namun umat Islam akan kembali pada kemampuan memimpin dunia dengan peradaban yang tertinggi.


Berpikir politik adalah berpikir tentang bagaimana mengatur urusan kehidupan. Tanpa berpikir politik, bagaimana mungkin sebuah urusan bisa diatur, sebuah persoalan bisa diselesaikan, dan sebuah masalah bisa diatasi. Berpikir politik dalam Islam, bukan sekedar menyelesaikan masalah, namun bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dalam sudut pandang Islam.


Dewasa ini umat manusia dilanda ketidakadilan secara politik dan ekonomi, perbudakan atas manusia oleh para Tiran, kehinaan dan kesengsaraan akibat umat Islam mengambil pengaturan hidup yang lain. Mayoritas kaum perempuan hidup dalam kehinaan dan terlanggar kehormatannya. Peristiwa perkosaan kaum perempuan menjadi berita sehari-hari. Pelacuran dan perilaku bejad sebagian kaum perempuan pun menghiasi media-media dunia. Hampir setiap saat kehormatan perempuan terampas melalui perkosaan, prostitusi anak dan perzinahan. Anak-anak pun terampas hak-haknya. Banyak bayi terlahir tanpa harapan. Keluarga dilanda perpecahan, perceraian menjadi hal biasa dan kaum ibu kehilangan orientasinya. Sesungguhnya dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berantakan.


Kondisi inilah yang mengharuskan umat Islam berpikir secara benar, meskipun berada dalam penindasan kekuasaan Tiran dan meskipun hidup dalam penderitaan akibat penerapan sistem yang salah. Aqidah Islam sebagai aqidah politik menjadi dasar pemikiran intelektual dalam mengatur urusan, kepemimpinan berpikir yang bersifat menggerakkan dan memiliki sudut pandang yang khas dalam menyelesaikan persoalan.


Salah satu pemikiran tentang politik yang masyhur adalah Sabda Rasulullah Saw: “Siapa saja bangun di pagi hari dan perhatiannya kepada selain Allah, maka ia tidak berurusan dengan Allah. Dan barangsiapa yang bangun dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin).” (HR Hakim dan al Khatib dari Hudzaifah ra)


Berpikir politik adalah aspek alami dari tumbuhnya kesadaran politik. Kesadaran politik ini tidak hanya bersifat regional, namun juga internasional. Karena umat Islam adalah satu saudara, satu dunia, satu tuntunan (al Qur’an dan as Sunnah) dan satu tujuan hidup (keridhoan Allah SWT dan SurgaNya). Pemikiran politik ini termaktub dalam Firman Allah SWT:

“Sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara, oleh karena itu damaikanlah antara saudaramu…” (TQS al Hujurat: 10)

“Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) dengan ketentuan-ketentuan itu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.” (TQS al Anbiya: 107)


Pemikiran politik Islam yang bersifat global inilah yang akan mampu membawa kaum muslimin memimpin dunia dengan Islam. Islam tidak membatasi pengaturannya sebatas hanya sebuah wilayah, negara atau benua. Namun Islam ditujukan untuk seluruh umat manusia di dunia.


Aplikasi Berpikir Politik


Aplikasi berpikir politik dalam sebuah negara Islam dilakukan oleh: (1) Penguasa dan aparat negara, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk menyelenggarakan urusan rakyat, (2) Anggota masyarakat, karena menjadi kewajiban untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar kepada pihak penguasa, (3) Kelompok-kelompok dakwah atau partai politik, dalam rangka melakukan muhasabah (koreksi) terhadap kebijakan penguasa dan melakukan pembinaan politik kepada masyarakat.


Ketika negara yang menerapkan sistem politik Islam belum terbentuk, maka aplikasi berpikir politik hanya ada pada kelompok-kelompok dakwah/ partai politik serta individu-individu masyarakat. Aktivitas politik yang dilakukan antara lain: (1) Partai politik melakukan pembinaan diri dan masyarakat dengan pemikiran-pemikiran serta tsaqofah-tsaqofah politik yang berasaskan aqidah Islam, (2) Menyampaikan seruan kepada penguasa tentang kesalahan dan kerusakan sistem pengaturannya sekaligus menjelaskan bagaimana sistem politik Islam mengatur urusan masyarakat, (3) Membongkar makar Kafir Penjajah yang ingin melanggengkan sistem politiknya yang jahat dan merusak masyarakat serta upaya-upaya mereka dalam menghalangi kebangkitan Islam, (4) Menjelaskan berbagai peristiwa dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi kehidupan masyarakat sesuai dengan sudut pandang Islam.


Kualitas masyarakat dan potensi kebangkitannya tergantung pada kualitas berpikir politiknya. Karena dengan berpikir politik, masyarakat akan mampu memahami bagaimana sistem pengaturan yang layak untuk diterapkan. Akumulasi kesadaran masyarakat ini akan menuntut diterapkannya sistem politik yang sesuai dengan kesadaran pemikiran dan perasaan mereka.


Selanjutnya kelompok dakwah/ partai politik sebagai pihak yang membina masyarakat harus menguasai langkah-langkah untuk menyiapkan penerapan sistem politik Islam ini dalam rangka menggantikan sistem politik yang telah rusak. Kelompok-kelompok dakwah/partai politik harus mampu memimpin umat dalam mewujudkan kekuasaan sistem politik yang baru, yakni sistem politik Islam. Penjelasan tentang bagaimana tahapan dan langkah-langkah inipun juga harus dijelaskan hingga dipahami oleh masyarakat.


Dengan demikian kekuatan sebuah kelompok dakwah/partai politik yang akan memimpin umat terletak pada aspek pemikiran politiknya dan individu-individu pengembannya. Kekuatan pemikiran terukur dari kejelasan penyampaiannya kepada masyarakat. Masyarakat mampu memahami dan menerimanya sebagai sebuah pemikiran politik yang berasaskan aqidah Islam. Kekuatan dan dorongan berdasarkan aqidah Islamlah (Laa ilaaha illa Allah, Muhammadur Rasuulullah) yang akan menggerakkan masyarakat untuk turut berjuang mendukung upaya-upaya penerapan sistem politik Islam.


Membangun Lingkungan Politik Islam


Kebangkitan peradaban diawali dari kebangkitan pemikirannya. Pemikiran politik adalah tingkat pemikiran yang mampu membangkitkan. Salah satu indikasi keberhasilan pembinaan pemikiran politik di tengah masyarakat adalah terciptanya lingkungan politik yang kondusif.


Lingkungan politik adalah orang-orang yang senantiasa mengikuti berbagai berita, peristiwa dan aktivitas politik untuk memberikan pandangan politik mereka dalam rangka mengurusi kepentingan masyarakat. Baik mereka adalah para politisi penguasa ataupun bukan.


Saat ini tidak ada satupun negara yang menganut lingkungan politik Islam, akibat tidak adanya negeri-negeri yang sepenuhnya diatur dengan pemikiran-pemikiran Islam, Tetapi pengamatan pada sejarah Islam, khususnya masa-masa awal, menunjukkan adanya lingkungan politik Islam, yakni ketika kaum muslimin diatur dengan pemikiran-pemikiran Islam. Lingkungan politik Islam inilah yang akan menjaga keberlangsungan penerapan Islam dan mengawal negara Islam memimpin peradaban dunia.


Inilah sebabnya mengapa saat ini menjadi kewajiban bagi para pejuang Islam untuk menggambarkan lingkungan politik Islam kepada masyarakat dan beraktivitas mewujudkan lingkungan politik Islam tersebut dalam bentuk negara Islam (Khilafah Islamiyah alaa Minhajin Nubuwwah). Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak asing dengan lingkungan politik Islam, sebagaimana sebelumnya mereka asing dengan sistem pemerintahan Islam. Kelak (dan pernah terwujud dalam sejarah) dalam sebuah negeri yang diatur dengan sistem Islam, keberadaan lingkungan politik Islam merupakan hal yang wajar.


Lingkungan politik Islam menumbuhkan suasana amar ma’ruf nahi munkar yang kuat. Sehingga setiap anggota masyarakat akan terjaga dari ketergelinciran. Muhasabah tidak hanya antar anggota masyarakat, namun juga terhadap penguasa atau pejabat pemerintahan. Bahkan terdapat hadits yang menunjukkan tentang muhasabah terhadap para penguasa secara spesifik. Rasulullah Saw bersabda: “Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zhalim.” Keutamaan aktivitas ini juga dinyatakan dalam hadits Rasulullah Saw: “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seorang laki-laki yang berdiri di hadapan penguasa yang zhalim, lalu ia memerintahkannya (dengan kema’rufan) dan melarangnya (dari kemungkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya.”


Langkah awal membangun lingkungan politik Islam adalah memiliki sekelompok orang yang senantiasa mengikuti berbagai berita, aktivitas dan peristiwa politik di dunia. Para politisi ini harus berusaha mengikuti berbagai aktivitas politik dengan maksud memahami, kemudian berupaya menyampaikan, baik kepada penguasa dan masyarakat tentang bagaimana pengaturan urusan umat sesuai pemahaman tersebut berdasarkan sudut pandang Islam. Inilah yang harus dilakukan oleh para politisi muslim, tanpa henti ataupun jeda sesaat. Karena kehidupan terus bergulir, peristiwa demi peristiwa silih berganti, sementara urusan umat jauh dari pengaturan yang diridhoi Penciptanya.


Bila orang-orang yang bermental politisi ini telah tersedia, maka langkah selanjutnya adalah menciptakan lingkungan politik Islam. Lingkungan politik Islam inilah yang akan membantu tegaknya sistem politik Islam. Sebaliknya, lingkungan politik memerlukan tegaknya negara dan pemerintahan. Dengan demikian masalah yang terpenting adalah bagaimana bersungguh-sungguh mengikuti berbagai aktivitas politik dalam rangka mewujudkan pengaturan urusan umat sesuai dengan pemikiran-pemikiran Islam.


Secara ringkas seorang politisi Islam adalah: (1) orang yang mengikuti setiap berita, peristiwa dan aktivitas politik, (2) melakukan analisis tentang berita, peristiwa dan aktivitas politik tersebut (3) Memberikan pendapatnya tentang berita dan aktivitas politik tersebut kepada umat, (4) Pendapatnya harus berasal dan berlandaskan sudut pandang Islam tentang kehidupan. Poin-poin ini harus dilakukan secara keseluruhan serta disampaikan kepada masyarakat, dalam rangka mewujudkan kesadaran politik di tengah umat.


Orang yang mengikuti berita dan aktivitas politik namun tidak menganalisanya, sama dengan orang yang sekedar mengumpulkan informasi saja. Tanpa analisis ia akan tersesat dan menyesatkan orang lain. Namun membatasi hanya dengan mengikuti berita dan aktivitas politik, menganalisnya dan melaporkannya kepada umat, sama saja dengan aktivitas seorang reporter berita atau pengamat politik yang bisa menjadi narasumber berita. Ia bukanlah politisi. Seorang politik harus sampai pada memberikan pendapatnya sesuai sudut pandang Islam dan bagaimana pengaturan urusan umat terkait masalah tersebut. Pemberian pendapat harus didasarkan pada suatu kesadaran politik. Hanya dengan demikian, pendapat yang diberikan akan menjadi sesuatu yang berbobot dan bernilai politis. Pemberian pendapat tersebut akan memberikan manfaat dalam upaya mengurus kepentingan umat.


Bila telah mulai terwujud lingkungan politik Islam, maka siapapun muslim dan muslimah yang memiliki kesadaran politik tinggi adalah para politisi dan negarawan yang sesungguhnya. Bisa jadi mereka adalah para pedagang di pasar, petani di sawah, karyawan di pabrik, guru di sekolah, sopir-sopir angkutan, penjual sayur keliling bahkan para ibu rumah tangga. Dengan catatan mereka adalah orang-orang yang memiliki kesadaran politik Islam (sudut pandang berdasarkan aqidah Islam), memiliki kepedulian terhadap urusan umat dan melakukan aktivitas politik.


Tidak ada alasan bagi seorang muslim yang jujur dan memiliki kesadaran politik untuk tidak memasuki lingkungan politik. Waktu berjalan cepat dan musuh-musuh Islam berusaha menyesatkan pemikiran umat. Cara-cara licik dan licin mereka gunakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari berislam secara benar. Mereka menghalalkan segala cara, bahkan dengan istilah-istilah Islam yang dipelintir, seperti Islam liberal, Islam moderat, Islam inklusif dll. Dengan menguatnya kesadaran politik Islam, tumbuh suburnya lingkungan politik Islam, munculnya politisi-politisi muslim yang jujur di kalangan muslim dan muslimah, maka kebangkitan peradaban Islam tinggal sesaat lain. Insya Allah.



Dikutip dari : http://mediaislamnet.com/2011/02/berpikir-politik-aplikasi-dan-upaya-mewujudkannya/

Kamis, 29 Desember 2011

My Vision Board... He3...

Tahun 2011 segera berakhir. Lebih tepatnya tinggal tiga hari saja. banyak hal terlewat di tahun 2011. Ya sudahlah... yang penting di tahun 2012 nanti lebih baik lagi. Nha... untuk itulah saya bikin papan visi. Semoga dengan adanya papan visi ini bisa tambah semangat dalam mewujudkan target. Papan visi ini masih belum sempurna. Masih ada yang belum ditempel karena kertasnya nggak cukup. Belum beli lagi... hi3... . Ditulisnya dengan bahasa Inggris yang masih acak-acakan (Kapan pinternya ya...???). ^_^

1. Menjadi Penulis Ideologis Islam
Pinginnya sih jadi penulis. Penulis apa saja. Tapi setelah mengikuti workshop kepenulisan di kampus STT PLN semuanya berubah. Saya hanya ingin menjadi penulis Ideologis. Para penulis yang hadir waktu itu adalah Ustadz Felix Y Siauw, Salman Iskandar, dan Sayf Muhammad Isa. Para penulis Ideologis yang hebat. Semua paparan yang disampaikan mereka benar-benar menghipnotis saya sehingga di kepala saya cuma ada satu keinginan yaitu menjadi penulis Ideologis Islam. (Hi3... di papan visi nulis bahasa Inggrisnya salah... )

2. Menikah dengan Ikhwan yang berideologi pada bulan Maret 2012
Maret...??? berarti sudah ada calonnya dong...??? ya pastinya sudah ada... sudah dipersiapkan sama Allah. Cuma satu kekurangannya kami belum dipertemukan. He3... intinya belum ada calon... belum ta'aruf. Lha kok Maret...??? ya nggak apa-apa kan...??? namanya juga papan visi. Paling kalau nggak pas Maretnya ya meleset sedikitlah. Makanya minta do'anya... semoga dipermudah.... . Amin...

3. Pergi ke Jepang
Kalau yang satu ini impianku yang entah kapan terwujudnya. Nggak tau bagaimana caranya agar saya bisa ke sana. Pinginnya sih gratisan. Tapi bagaimana...??? Memang ada hadiah lomba jalan-jalan ke Jepang...??? he3... . Kenapa Jepang...??? Yah karena di kepala saya banyak termasuki kartun dan film Jepang. Jadi Jepanglah negara yang ingin saya kunjungi bukan negara lainnya.

Nha itu dia papan visi saya... semoga terwujud... amin...





Jumat, 16 Desember 2011

Guru Bahasa Indonesia "Dadakan"...

Aduhh... nggak lagi-lagi deh aku terjebak dalam situasi kayak begitu. Bayangkan teman... aku yang notabene bukan guru sekolah dengan tiba-tiba ditodong mengajar Bahasa Indonesia. Jadwal sebenarnya sih Bahasa Inggris kelas 9 SMP. Yah... paling membahas soal-soal secara mereka sedang menghadapi ujian semester di sekolah. Ternyata...


"Miss ngajar Bahasa Indonesia ya... Mereka besok ujian Bahasa Indonesia di sekolah...", Kata Mr. Frendy.

"Bukunya...??? Apa saja yang harus dibahas...???", Tanyaku.

"Pakai buku sekolah mereka saja. Trus dibikin tanya jawab.", Jelas Beliau.


Dengan terpaksa aku masuk ke kelas yang berisi gabungan anak kelas 8 dan 9 SMP. Aku tanya buku sekolahnya mana eh ternyata tak ada satupun dari mereka yang membawa buku pelajaran sekolah. Di modul Bimbel jelas tidak ada karena pelajaran Bahasa Indonesia tidak termasuk yang diajarkan di Bimbel ini. Waduh... mau dibikin kayak gimana pelajaran Bahasa Indonesianya. Mikir... muter otak... cling...


Akhirnya aku menyuruh mereka membuat kalimat dengan kata-kata yang sengaja aku buat susah. Nggak susah sih sebenarnya kan mereka sudah tingkat SMP. Kata-kata itu diantaranya takluk, fatamorgana, rehabilitasi, dan pesimis. Plus aku minta mereka membuat tulisan tentang impian terbesar yang mereka miliki. Dari enam anak yang bisa dengan sempurna mengerjakan dan benar kalimatnya cuma satu orang. Anak laki-laki dari kelas 8 SMP. Plok... plok... plok... salut... Memang anak ini yang paling terlihat serius belajar dibandingkan yang lain. Trus yang lain...???


"Miss... besok itu soalnya pilihan ganda bukan essai... nggak akan keluar soalnya Miss itu...", Kata salah satu anak

"Iya Miss... bikin kek soal pilihan ganda..."

"Miss di sekolah itu pelajarannya bukan kayak gitu... materinya cerpen, puisi, pokoknya gitulah..."

"Ok... sekarang mana buku pelajaran sekolah kalian...??? kalian nggak bawa kan...??? Pelajaran Bahasa Indonesia itu pelajaran praktek. Praktek menulis, berkomunikasi, dan berbicara di depan umum. Dari membuat kalimat sederhana itu kalian bisa belajar kalimat baku dan tak baku, kalimat transitif dan intransitif. Coba deh dikerjakan dulu. Bukankah sejak pertama kali kalian belajar Bahasa Indonesia di SD sudah diajari membuat kalimat...???", Jelasku panjang lebar

"Yah... Miss... tau gitu mending belajar IPA deh...", Jawab salah satu anak-anak.

"Hi3... emang dikiranya enak belajar Bahasa Indonesia...???", Batinku.

"Oiya tau nggak soal-soal pilihan ganda itu telah membuat kalian menjadi manusia instan. Nggak mau mikir lama. kalau lagi beruntung tinggal tengok kanan-kiri sudah bisa terisi lembar jawabannya. Berbeda dengan soal-soal essai. Membutuhkan proses berpikir. Dan dari jawaban yang tertulis itu nampak sudah sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.", Jelasku lagi.


Fffiuhh... dalam hati menyayangkan sistem pendidikan di negeri ini. Semuanya serba instan. Efeknya anak SMP begitu diminta untuk membuat kalimat saja bingungnya setengah mati. Mau dikemanakan nasib mereka sebagai penerus bangsa.


"Miss belum selesai.... gimana nih...???"


Ya... cuma membuat 4 kalimat saja butuh waktu 1,5 jam. Bagaimana bisa menulis karangan...??? seharusnya hal ini bisa menjadi koreksi bagi para petinggi Diknas untuk memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini.


Fffiuhhh... selesai sudah tugas mengajar Bahasa Indonesia...


Cengkareng, 15/12/2011

Kamis, 01 Desember 2011

Pengen Resign... Part 2

Mendekati penghujung akhir tahun 2011 keinginan saya untuk resign bergejolak lagi. Keinginan itu meletup-letup seperti gunung merapi yang mau memuntahkan laharnya. Semakin hari saya merasa jiwa saya tidak sepenuhnya berada di kantor tempat kerja saya. Bawaannya setiap hari males dan capek. Sama sekali tidak ada semangat baru. Fffiuuhhh...

Saya ingin ketika bekerja itu enjoy dan setiap hari senantiasa ada semangat baru. Dan ini tidak saya dapatkan ketika saya bekerja di kantor. Saya ingin sekali berani melangkahkan kaki keluar. Dan menghadapi segala resiko yang pastinya sangat berat. Tapi untuk saat ini saya masih ragu-ragu. Saya butuh dukungan dari orang-orang di sekitar saya. Saya mengharapkan kata " Ya Ndru silakan keluar kalau memang itu keinginanmu... yakinlah Allah akan menolongmu... ". Haduuhhh... pasti saya akan keluar dengan hati mantap. Saya tidak butuh uang tapi hanya butuh dukungan. Walaupun sebenarnya dari segi finansial ini yang juga membuat saya ragu. Apakah saya bisa menggantungkan hidup selain dari pekerjaan ini...??? secara saya adalah anak perantauan. Hwaaa... sedihnya hidup di era kapitalisme kayak gini. Apa-apa standarnya materi/uang.

Sempat membicarakan masalah ini dengan keluarga dan masih terdengar nada keberatan. Walaupun akhirnya kata "terserah..." yang saya dapatkan. Tapi belum ada keikhlasan di sana. Pengen banget bisa membuktikan bahwa saya bisa lho mendapatkan penghasilan dari pekerjaan lain. Ya... walaupun gajinya tentu jauh bila dibandingkan dengan pekerjaan saya di kantor. Ah saya tidak peduli dengan jumlah gaji. Yang penting cukup untuk bayar kos dan makan. " Ndri sebenarnya yang membuatmu belum berani keluar kerja ya dari dirimu sendiri. Dirimu sendiri itu masih ragu-ragu. Cobalah untuk berani melangkah....", Kata salah satu teman saya. Ffiuhhh... memang benar kata teman saya itu.

Ya Allah berikan jalan yang terbaik untuk hambamu ini dan berikanlah kemantapan hati untuk melangkah...

Rabu, 30 November 2011

Yang Sudah Dilakukan di Tahun 2011...

Fffiuhh... sebentar lagi tahun 2011 sudah mau berakhir. Target-target yang pengen dilakukan di tahun 2011 banyak yang terlewat. Salah sendiri sih terlalu banyak yang ditoleransi. He3... Setidaknya ada beberapa yang sudah dilakukan. Tuh kan mencari pembenaran lagi.

Ini nih beberapa hal yang sudah saya lakukan di tahun 2011 :
- Les Bahasa Inggris di LIA
Dari dulu pengen banget les bahasa Inggris di LIA. Udah kayak orang ngidam. Setelah diitung-itung dan dipertimbangkan untung ruginya akhirnya diputuskan untuk les di LIA mengambil kelas Conversation. Pas tes penempatan kok ya masuknya cuma level I. Lha gimana nggak masuk level I ngerjain tesnya aja sampai ketiduran. He3...

- Akhirnya namaku tercantum di buku. Walaupun buku keroyokan. Horeee...
Pengen banget bisa nulis. Banyak akun penulis di facebook yang aku add. Pedekate ceritanya. Alhamdulillah dari situ ada beberapa link lomba yang bisa saya ikuti. Walaupun nggak semuanya menang tapi ada 2 lomba yang nyangkut. Yang pertama buku Serba-serbi UN dan satunya kisahku ketika mengajar. Oia saya juga seneng banget bisa nemu facebook Griya Kinoysan. Dari situ ada 2 buku saya yang sudah ngantri untuk diterbitkan. Yang satu buku antologi dan satunya lagi buku Solo.

- Buku Solo.... horee... (*masih ngantri sihh... tapi sudah dapet lampu hijau...)
Benar-benar berterimakasih ke Mbak Ari dan Griya Kinoysannya yang telah membimbing dan memotivasi untuk terus bisa menulis.

- Mengajar di Bimbel...
Setelah memasukkan lamaran ke beberapa Bimbel, akhirnya ada satu bimbel yang mau menerima saya. Alhamdulillah... walaupun cuma freelance dengan gaji sekuprit. Tapi setidaknya dari situ saya bisa belajar banyak hal.

- Belajar Bahasa Arab...
Walaupun nggak rutin. Karena di hari Ahad sudah banyak aktivitas yang dilakukan. Sedikit-sedikit yang penting ada upaya kan... (*ngeles lagi...).

Hmmm... apalagi ya...??? kayaknya cuma itu yang sudah dilakukan di Tahun 2011. Selanjutnya berpikir lagi apa yang akan menjadi target di Tahun 2012 nanti. Yang jelas amanah lebih berat sudah terbentang di depan mata menyambut tahun 2012 nanti. Justru tantangan dan amanh yang berat itulah yang akan semakin mendewasakan kita. Betul kan...???

Rabu, 07 September 2011

Get Ur Dreams...!!!

Bermimpi adalah hak setiap orang. Mimpi bukan hanya milik orang kaya... orang yang tampan... cantik... atau pandai... melainkan milik semua orang. Bahkan cacat sekalipun. Masih inget Stephen Hawking...??? walaupun dia tidak mampu menyangga kepalanya tetapi dia jenius dalam ilmu pengetahuan... atau si Thomas Alfa Edison yang berhasil menemukan lampu pijar walaupun pas SD dulu diusir dari sekolahnya...


Nha... kita, yang nota bene generasi penerus bangsa, harus punya mimpi... sesuatu yang besar tentunya... bahkan yang mustahil sekalipun. JK Rowling... dia dulu dianggap gila karena tulisan-tulisannya yang aneh alias tidak wajar... sekarang... siapa sih yang g tau Harry Potter...??? Karya JK Rowling yang berhasil membuatnya menjadi kaya...atau.. Robert Stevenson... seorang insinyur yunior di Skotlandia... setelah bertahun-tahun berjuang akhirnya berhasil membangun menara mercusuar di atas karang... walaupun sebelumnya sempat ditentang majelis mercusuar di Skotlandia karena menganggap idenya itu mustahil...


Jika teman-teman punya mimpi... jangan hanya di angan-angan... tuliskan mimpi itu... misalnya dicatat dalam sebuah buku... sebut saja " Buku Mimpi "... he3... Dalam buku itu tuliskan semua yang menjadi impian teman-teman... misalnya... 5 Nopember 2012 artikel saya sudah terpampang di koran-koran dan majalah-majalah... atau... 5 Nopember 2012 saya sudah menerbitkan sebuah buku... jangan ragu-ragu untuk menulis mimpi-mimpimu... trus... setting ur dreams... tuliskan langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk meraih mimpi-mimpimu itu... sebaiknya terperinci... dan yang penting teman-teman harus mempunyai komitmen untuk terus meraih meraih impian-impian itu... abaikan semua perkataan orang yang meremehkanmu...abaikan juga kelemahan yang ada pada dirimu... misalnya... " aku kan cuman lulusan SMA "... atau.. aku kan g pandai... " ... aku kan miskin... "... aku kan... dan aku kan lagi... itu semua adalah keyakinan2 palsu...!!! abaikan itu semua... karena itu semua akan menghambat langkahmu untuk meraih impian2mu... tataplah ke depan... teruslah bermimpi... dan berusaha untuk meraihnya...


Gimana teman-teman...??? masih takut bermimpi...??? So... Get Ur Dreams...!!! Jangan takut bermimpi....!!!

Pengen Resign...

Nggak kerasa sudah hampir lima tahun saya bekerja. Bekerja di sebuah kantor pemerintahan dengan golongan paling rendah. Tercatat tiga orang dengan golongan paling rendah di kantor. Saya termasuk di dalamnya... he3... . Gimana nggak paling rendah lha wong nggak nglanjutin kuliah. Lha yang lulus D3 kemaren...??? itu kuliah nggak resmi alias ilegal alias nggak ijin atasan. Bengal kan...??? sengaja biar pangkat golongannya nggak naik-naik. Toh saya tidak berambisi untuk menjadi pegawai dengan jabatan tertentu. Lebih tepatnya saya menjalani pekerjaan ini karena punya hutang dengan pemerintah yang telah sudi menyekolahkan saya selama satu tahun di sebuah sekolah tinggi kedinasan. Dan hutang saya telah lunas lho... ijazah yang ditahan selama ikatan dinas sudah saya pegang... horeee.... (*padahal cuma d1... he3...)


Saya merasa kok tidak sreg kerja di kantor. Dengan jam kerja yang panjang saya merasa diperbudak waktu. Nggak bersyukur...??? saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk bekerja. Dengan bekerja saya bisa membantu keluarga dan bisa survive hidup di perantauan. Tapi jujur saya tidak enjoy dengan pekerjaan ini. Saya sangat menginginkan pekerjaan yang waktunya bisa fleksibel. Saya merasa sehari-hari hanya disibukkan dengan kepentingan dunia. Dari jam 07.30 sampai dengan jam 17.00. Psssttt... saya juga tipe orang yang nggak suka dengan prosedur yang ribet.


Pengen banget resign. Tapi saya nggak bisa sembrono dengan tiba-tiba mengundurkan diri. Saya harus mempersiapkan pekerjaan pengganti sehingga keluarga tidak terlalu kecewa dengan pengunduran diri saya. Saya memutuskan les bahasa. Dengan harapan pada nantinya saya bisa mengajar bahasa. Kenapa mengajar...??? karena mengajar lebih fleksibel waktunya. Entah kapan saya bisa resign. Sekarang saya harus mempersiapkan segalanya dan yang terpenting komunikasi dengan Ibu selaku single parent. Meyakinkan insya allah saya bisa mendapatkan rizki lain nggak hanya dari pekerjaan saya selama ini. Amin.... semoga keinginan saya bisa tercapai.


Mengejar dosen...

Mengenang memori dikit ahhh masa-masa penyusunan TA... salah satunya bagaimana susahnya mendapatkan tanda tangan dosen penguji... cekidot yuukk...


Tanggal 17 Februari lalu merupakan hari yang sangat melelahkan. Memangnya ada apa...? Gimana nggak capek lha wong keliling Jakarta. Jakarta Barat - Jakarta Selatan - Jakarta Timur - Jakarta Barat. Fffiuuhhh... sendirian... mana di tengah-tengah teriknya matahari lagi... di Jakarta pula. Cuma bisa ngurut dada plus terus menyuntikkan kata sabar... sabar ndru...


Ceritanya saya harus mengejar dosen (Bukan mengejar mas-mas... hi3...) untuk menandatangani revisi Tugas Akhir saya. Tinggal dosen tersebut saja yang belum menandatangani. Beliau dosen penguji 2 ketika sidang waktu itu. Masih sangat muda (jangan2 tua-an saya lagi...) sehingga saya memanggilnya dengan mbak ketika sidang (nglunjak banget ya... masa' bu dosen dipanggil mbak...). Sehari sebelumnya saya sudah sms ke beliau bahwa saya mau bertemu untuk revisi TA. Beliau menyanggupi untuk janjian jam 12 di daerah Warung Jati - Jakarta Selatan. Saya segera mengiyakan. Dan bela-belain nggak kerja hari itu demi mengejar tanda tangan bu dosen ini.


Dengan semangat 45 berangkatlah saya ke Warung Jati dengan naik busway. Busway melaju lancar tanpa ada hambatan. Sekitar 2 jam perjalanan (gitu kok lancar...). Setelah nyampe kampus dengan pede tanya keberadaan bu dosen ke pihak administrasi kampus. " Bu A jadwalnya sore mbak... ", Kata pihak Administrasi. "Tapi saya udah janjian kok mbak...", Jawabku. Saya putuskan untuk sms bu dosen. Tahukah saudara-saudara apa jawaban beliau.... "Saya lagi di Kampus yang di Dewi Sartika...". Lemas kaki saya demi membaca sms beliau. ffffiuuhhh... FYI, saya membawa beban berat (1 tas ransel yang berisi laptop ukuran 14 inch dan beberapa buku plus tas jinjing berisi TA lama dan TA revisi). Dalam hati pengen teriak.... aduhhh kenapa nggak ngasih tau saya... coba kalau tadi saya nggak sms beliau... bisa sampe lumutan nunggu. Alhamdulillah kemaren saya masih bisa mengendalikan emosi. Dengan berlapang dada sayapun sms beliau. "Ya sudah bu saya ke Dewi Sartika...".


Show must go on... lanjut... nanggung... tinggal selangkah lagi... saya memutuskan untuk tetap menemui beliau. Sampai ke ujung duniapun akan saya kejar bu... . Padahal saya nggak tau dari Warung Jati ke Dewi Sartika harus naik bus apa. Untungnya (udah apes masih bilang untung...) saya pernah kos di daerah mampang. Jadi agak taulah daerah Jakarta Selatan. Ingatan saya tertumbuk pada Kopaja 20 jurusan Lebak Bulus - Senen yang melewati depan kampus. Pikirku saya bisa naik Kopaja ini lalu turun di Indonesia Power trus naik bus yang ke arah Cawang turun di Cawang atas dilanjutkan lagi dengan naik mikrolet ke arah Dewi Sartika. Sipp.. . Yahh... manusia hanya bisa berencana. Sudah sekitar 15 menitan nunggu kok bus yang ke arah Cawang nggak ada yang kelihatan batang hidungnya... biasanya kan banyak. Yang ke arah Pancoran aja yang lewat bisa dihitung dengan jari. Tanya Ibu-ibu di halte katanya ada tapi jarang. Tungguin aja deh... udah terlanjur... (setia banget ya...). Tepok jidat... lupa... kan bus arah Cawang sudah tidak beroperasi lagi... diganti busway. Akhirnya naik busway. Baru kali ini naik busway jurusan Cawang. Turunlah saya di Halte Cawang BNN. Tanya lagi ke bapak-bapak di halte busway kalau mau ke dewi Sartika naik apa. Dan saya diarahkan untuk naik mikrolet 19. "Cuman bayar 2000 mbak...". Oke deh bapak... makasih... . Fffiuuhhh... nyampe juga saya di Dewi Sartika. Cuman 10 menitan saya disana. Cuman minta tanda tangan... basa-basi sebentar... pamitan. Nggak ada acara marah-marah ke bu dosen. nanti malah dipersulit lagi revisi TA saya. Dan... Makasih bu... . Sejengkel apapun ya tetap kata itu yang keluar dari mulut saya.


Perjalanan pulang ditempuh dengan naik mikrolet ke arah PGC (kenapa saya g langsung ke halte busway UKI ya... hadehhh...). Naik busway yang ke arah Juanda trus transit lagi dilanjutkan yang ke arah Kalideres. Alhamdulillah... nyampe Cengkareng jam 5. Pundak dan kaki udah kayak mau patah. lha wong bawa beban berat plus jalan jauh lagi. Alhamdulillah... saya masih diberi kekuatan untuk melakukan ini semua.

Rabu, 08 Juni 2011

Kumpul Guru Jadi Guru (Inspiring Teacher)


alhamdulillah... pengalaman mengajarku yang cuma sebentar (nggak nyampe setahun... nekad pula) bisa nyelip di buku inspiring teacher... semoga buku ini bisa mengispirasi para guru... buruan pesan sekarang.... hanya di www.leutikaprio.com

Judul : INSPIRING TEACHER; Kumpul Guru Jadi Guru

Penulis: Sismanto, dkk.

ISBN : 978-602-8597-88-3

Terbit : Juni 2011

Tebal : 237 halaman

Harga : Rp. 47.700,00

Deskripsi:

Bila ada anggapan orang guru selalu dikaitkan dengan istilah “Oemar bakrie”, bersepeda ontel, masa depan suram, dan berpendapatan kecil, itu dulu. Sekarang, guru Indonesia saat ini adalah orang-orang yang bekerja secara profesional yang pengabdiannya sangat diharapkan, memiliki dedikasi yang tinggi, serta komitmen yang kuat didukung oleh kejujuran, membawa sekolah pada jalur persaingan di antara sekolah-sekolah. Guru-guru yang ada di sekolah tersebut merupakan guru yang siap berjuang demi pendidikan bukan hanya semata-mata untuk mencari gaji saja, melainkan memiliki jiwa pengabdian.

Di beberapa tempat sebagaimana dituliskan oleh beberapa penulis (kontributor), ada pula guru yang nampaknya masih belum memiliki kebebasan berpendapat, berada jauh di pedalaman, dan yang lebih parah lagi adalah masih banyak guru Indonesia yang belum memiliki kebebasan finansial dalam menjalan tugas dan profesinya sebagai guru dan pendidik.

Untuk itu, saya sampaikan selamat kepada para guru pembelajar; Aina Al-Azmi, D. Dudu Abdul Rahman, Dwi Dessy Pratiwi, Eka Dirnawati, Endah Wulandari, Erni Nuraeni, Ernofalina, Erny Ratnawati, Fiyan Arjun, Hesti Daisy, Hilal Ahmad, Imam Syafii, Inge Inggrid, Inggar Saputra, Katrin Pepita, Muhammad Irfan Abdul Aziz, Lasmi Widiatutik, Mintarti, Nanok Triyono, Niken Larasati, Nur Fatimah Sari, Nurik Khikmawati, Oci Yonita Marhari, Prilliani Rukmiyanti, Puri Tosana, Rosidah, Rif’an al Hasani, Sabil Ananda, Sri Indrianti, Subhan, Syaira Az-zirnikh, Syauqie Hikaritokusaikizoku, Tiya Radam, Tsuraya Widuri, Wahyuti, dan Yurmawita Adismal.

Endors:

Setiap manusia adalah guru, guru bagi dirinya sendiri, guru bagi orang lain, guru di sekolah, guru di tempat kursus dan guru di mana pun. Karena mengajar adalah kebutuhan manusia untuk berbagi. Membaca kisah-kisah inspiratif ini semakin memberikan saya semangat untuk terus berbagi ilmu. Kisah penuh makna, diiringi canda, tawa, semangat dan kekuatan besar yang membangkitkan gairah mengajar. Jadilah guru dan berbagi ilmu.(Achi TM, Founder Rumah Pena, Penulis, Anak seorang guru)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Selasa, 10 Mei 2011

Serba-serbi Ujian Nasional



Ini buku antologi pertamaku... alhamdulillah...

Judul : Serba Serbi Ujian Nasional
Penulis : Tri Lego Indah, dkk
Tebal : xxiiii + 296 hlmn
Harga : Rp 60.100,-
Sinopsis:

Buku ini memotret beragam realitas yang terjadi tentang ujian nasional. Beragam kisah disuguhkan dengan penuh warna oleh ke-45 penulisnya. Kisah yang membuat kita kembali memutar kenangan lama masa-masa ujian nasional. Tak hanya bernostalgia, buku ini menjadi “pembuka” rasa yang selama ini terpendam dengan berbagai serba-serbi yang mewarnai hajat 1 tahun sekali dunia pendidikan berwujud ujian nasional.

“Buku ini hadir di tengah jenuh dan jengahnya masyarakat, utamanya siswa menghadapi monster tahunan yang bernama UN. Dengan semangat “lebih baik menyalakan lilin ketimbang memaki kegelapan”, buku ini tampil menjadi lentera di tengah keburaman dunia pendidikan wabil khusus pelaksanaan UN yang seakan berganti menjadi Ujian Nasib. Semoga para pemangku kebijakan pendidikan di negeri ini membaca karya yang amat memesona ini. Saya pribadi mengucapkan selamat! Percayalah, meski lirih, namun setidaknya sudah dikatakan.”
(Bramma Aji Putra – penulis opini di berbagai surat kabar nasional)

“Ini adalah sebuah buku yang berisi pengalaman penulis-penulisnya yang ditulis kembali dengan tujuan menularkan inspirasi positif kepada pembaca. Menghibur dan sekaligus membuka kenangan lama kita tentang perjuangan untuk lulus UN.”
(Akhi Dirman Al Amin – novelis, mewakili novelis muda Indonesia di MASTERA/Majelis Sastra Asia Tenggara, penerima 20 Penghargaan Tingkat Nasional)

“Buku ini memotret realitas UN yang sering kali pemerintah menutup mata. Sebuah buku yang kritis, edukatif, dan menggugah, disajikan secara apik dalam buku ini. Siapa pun Anda wajib memiliki buku ini.”
(Inggar Saputra – mahasiswa UNJ, aktivis pendidikan)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Ayo pesan sekarang juga...